logo

SELAMAT DATANG

Website ini merupakan situs resmi Pengadilan Tinggi Agama Pontianak Sebagai Wujud Keterbukaan Informasi di Pengadilan
SELAMAT DATANG

8 Nilai Utama Mahkamah Agung RI

Delapan Nilai Utama yang Harus di Internalisasi dan di Implementasikan Sehingga Menjadi Ruh Setiap Insan Peradilan
8 Nilai Utama Mahkamah Agung RI

ZONA INTEGRITAS

Pengadilan Tinggi Agama Pontianak konsisten membangun Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Wilayah Birokrasi Bersih & Melayani (WBBM)
ZONA INTEGRITAS

Aplikasi SIPP

Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.
Aplikasi SIPP

SIWAS

Aplikasi yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, untuk melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia atau Peradilan dibawahnya.
SIWAS

e-Court Mahkamah Agung RI

e-Court Mahkamah Agung RI adalah layanan bagi Pengguna Terdaftar untuk Berpekara secara Elektronik yang dilakukan dengan saluran elektronik : e-Filling (Pendaftaran Perkara Online), e-Payment (Pembayaran Panjar Biaya Perkara Online), dan e-Summons (Pemanggilan Pihak secara Online)
e-Court Mahkamah Agung RI
Selamat datang di website resmi Pengadilan Tinggi Agama Pontianak || Mari berpartisipasi dalam e-survey PTA Pontianak, penilaian anda mejadi motivasi peningkatan kinerja kami

Written by Super User on . Hits: 547

Menghadapi Pagebluk, Pasrah Atau Berserah ?

Oleh : Amam Fakhrur

Pagebluk berasal dari bahasa jawa yang berarti wabah penyakit, bahasa kerennya pandemi. Pandemi seringkali tak hanya menyebar di wilayah suatu negara, akan tetapi bisa mengglobal, terjadi di berbagai belahan dunia. Seperti yang sedang terjadi sekarang ini, dunia mengalami pagebluk, Covid-19 menyerang warga dunia.

Dalam catatan sejarah Indoensia dan dunia, sebenarnya pagebluk tidak hanya terjadi sekarang ini saja, sejak dahulu kala sudah ada pagebluk. Pada tahun 1911 – 1926 di nusantara (Indoenesia) pernah ada pagebluk yang mematikan, yaitu Pes. Konon wabah yang bersumber dari virus yang dibawa oleh kutu yang menempel pada hewan tikus ini, telah menewaskan 120.000 jiwa. Selanjutnya wabah tersebut meski tidak dalam skala besar masih sering terjadi dengan membawa korban. Jauh sebelumnya, yaitu pada tahun 1347 M- 1351 M terkenal dengan sebutan peristiwa maut hitam (Black death), muncul wabah Pes paling mematikan dalam sejarah dunia dengan korban jutaan nyawa manusia.

Pada abad 20 kita mendengar wabah SARS (Severe Acute Respiratory Syndrome). Ada juga wabah MARS (Middle East Respiratory Syndrome), yang pertama kali muncul di Arab Saudi, menyebar ke 26 negara. Pada tahun 2012 ada 2.494 kasus dan 35 persennya merenggut nyawa penduduk dunia.

Siapa sih yang tidak menginginkan kondisi ideal dalam diri dan lingkungan. Namun seringkali dalam kehidupan tidak selalu yang kita inginkan selaras dengan apa yang terjadi. Sebagai penduduk negara Republik Indonesia, kita berharap terdapat diri dan lingkungan yang sehat, tetapi kenyataannya ancaman tertularnya virus melalui pernafasan menganga di depan mata. Kondisi tidak ideal, tak sesuai harapan pasti pernah terjadi. Hal ini karena memang keterbatasan manusia atau memang jawaban atas prilaku manusia yang tidak seimbang, yang getahnya menyasar manusia secara kolektif.

Menghadapi kondisi pagebluk, ada konsep berserah dan pasrah. Makna berserah di sini adalah percaya dan menyerahkan diri kepada rencana dan pimpinan Tuhan, tetap berpikiran optimis dan tetap mempunyai semangat hidup yang tinggi, yakin akan pemeliharaan Tuhan atas dirinya dan terus mencoba mencari jalan keluar. Sangat berbeda dengan pasrah, kalau pasrah ia menyerah tanpa berbuat apa-apa, pesimis dan kehilangan pengharapan.

Dalam berserah akan ditemukan ragam pola tingkat usaha manusia agar dapat keluar dari zona penderitaan yang mendalam yaitu dengan mengerahkan potensi daya fisik dan ilmu pengetahuan. Di saat virus Pes mewabah 1911-1926, pemerintah kolonial memutuskan untuk membongkar pada bagian atapnya, dan dinding rumah yang berbahan bambu anyaman, jumlahnya hampir sejuta rumah, dan menutup kemudian lubang bambu, dimana tikus bersembunyi. Yang dilakukan pemerintah kolonial Belanda ini berhasil meredam laju pagebluk Pes, setelah sebelumnya warga mengandalkan jimat dan membaca mantra yang berhasil nihil.

Menghadapi pagebluk Covid-19, dengan memperkuat daya tahan tubuh dengan asupan gizi yang cukup, isolasi diri, dan berfikir keras menemukan vaksin penangkalnya adalah bagian tak terpisahkan dalam berserah. Karena watak dari pagebluk Covid-19 adalah menyerang secara massal, tidak mengenal latar belakang status sosial, suku, agama dan golongan, maka upaya penanganannya haruslah terkoordinasi di antara pembuat kebijakan, lembaga dan individu-individu.

Kisah Umar ra. menghadapi pagebluk dapat dijadikan inspirasi bagaimana menghadapinya. Saat rencana kunjungannya ke negeri Syam , Khalifah Umar ra. lebih memilih kembali ke Madinah dari pada berlanjut masuk ke negeri Syam, di saat negeri itu terserang pegebluk Tho’un Amwas yang konon menewaskan separoh penduduk negeri Syam, 20 ribu penduduk telah merenggang nyawa. Umar ra. memandang masuk ke negeri Syam adalah takdir, kembali ke Madinah adalah berpindah ke takdir yang lain. Pilihan umar semakin terlegitimasi saat Abdurrahman bin Auf ra. mengucapkan hadits Rasulullah SAW. ” Jika kalian mendengar wabah melanda suatu negeri, maka jangan kalian memasukinya. Dan jika kalian berada di daerah itu janganlah kalian keluar untuk lari darinya” .

Orang berserah diri adalah orang yang mempunyai dasar keilahiyahan (Ketuhanan) yang kokoh. Saat menghadapi pagebluk, ia berbesar hati, legowo, ia berfokus kepada kekuatan dzat yang lebih dari dirinya yaitu Tuhan, Allah SWT. Dalam dirinya terdapat ketenangan diri, tidak takut berlebihan dan tidak panik, karena semua yang terjadi dikembalikan kepada dzat yang menciptakannya. Ia memandang Tuhan yang khaliq (Pencipta) tentu mempunyai relasi dengan makhluk (Apa yang diciptakannya). Ia akan memiliki semangat hidup yang terus diperbaharui, karena semangat hidupnya bukan lagi diri sendiri namun juga Tuhan dan segala irodat (Kehendak) Nya.

Ia percaya dengan usaha keras, tidak membiarkan diri menjadi santapan Covid-19, Tuhan Allah SWT. akan memberi jalan terbaik untuknya, entah dengan media apa. Tidak sedikit kita menerima penjelasan bahwa takut berlebihan dan rasa panik adalah mengurangi imunitas tubuh, artinya berserah adalah memperkuat imunitas tubuh, berarti orang yang berserah secara otomatis akan memperkuat imunitas tubuh sehingga dapat terhindar atau sembuh dari penyakit akibat serangan virus ini.

Adapun orang yang pasrah biasanya bersumbu pendek, tak bisa membedakan mana yang penting dan mana yang sesungguhnya lebih penting. Keputusan yang diambil cenderung tidak solutif bagi problem yang dihadapi. Enggan berusaha lebih, inginnya menyerah, kehilangan pengharapan merasa tidak akan ada yang menolongnya. Bersandarnya hanya kepada sesama makhluk ciptaan Tuhan, maka ketika makhluk yang menjadi sandarannya tak dapat berbuat apa-apa, ia kehilangan sandaran.

Maka kunci kemenangan dalam menghadapi pagebluk Covid-19, adalah di saat kita bersedia memilih berserah, bukan pasrah. Semoga badai pagebluk Covid-19 segera berlalu. Wallahu a’lam.

© 2019 Pengadilan Tinggi Agama Pontianak

  w3c html 5 iconfinder 2018 social media popular app logo facebook 3225194  iconfinder 2018 social media popular app logo twitter 3225183  iconfinder 2018 social media popular app logo instagram 32251911  iconfinder 2018 social media popular app logo youtube 32251802