logo

SELAMAT DATANG

Website ini merupakan situs resmi Pengadilan Tinggi Agama Pontianak Sebagai Wujud Keterbukaan Informasi di Pengadilan
SELAMAT DATANG

8 Nilai Utama Mahkamah Agung RI

Delapan Nilai Utama yang Harus di Internalisasi dan di Implementasikan Sehingga Menjadi Ruh Setiap Insan Peradilan
8 Nilai Utama Mahkamah Agung RI

ZONA INTEGRITAS

Pengadilan Tinggi Agama Pontianak konsisten membangun Zona Integritas Menuju Wilayah Bebas Korupsi (WBK), Wilayah Birokrasi Bersih & Melayani (WBBM)
ZONA INTEGRITAS

Aplikasi SIPP

Aplikasi Sistem Informasi Penelusuran Perkara (SIPP), merupakan aplikasi administrasi dan penyediaan informasi perkara baik untuk pihak internal pengadilan, maupun pihak eksternal pengadilan. Pengunjung dapat melakukan penelusuran data perkara (jadwal sidang sampai dengan putusan) melalui aplikasi ini.
Aplikasi SIPP

SIWAS

Aplikasi yang disediakan oleh Badan Pengawasan Mahkamah Agung RI, untuk melaporkan suatu perbuatan berindikasi pelanggaran yang terjadi di lingkungan Mahkamah Agung Republik Indonesia atau Peradilan dibawahnya.
SIWAS

e-Court Mahkamah Agung RI

e-Court Mahkamah Agung RI adalah layanan bagi Pengguna Terdaftar untuk Berpekara secara Elektronik yang dilakukan dengan saluran elektronik : e-Filling (Pendaftaran Perkara Online), e-Payment (Pembayaran Panjar Biaya Perkara Online), dan e-Summons (Pemanggilan Pihak secara Online)
e-Court Mahkamah Agung RI
Selamat datang di website resmi Pengadilan Tinggi Agama Pontianak || Mari berpartisipasi dalam e-survey PTA Pontianak, penilaian anda mejadi motivasi peningkatan kinerja kami

Written by Super User on . Hits: 545

Antara Ice Man dan Ashabul Kahfi

Catatan : Amam Fakhrur

Ki tergambar sebagai sosok yang sudah teruji dengan skill dan ketrampilan perangnya, ia sukses sebagai salah seorang tim pengaman raja. Seperti biasanya, ketika dalam suatu perjalanan raja , Ki dengan lahir batin mengamankan raja , dari segala gangguan dan keamanan. Di tengah perjalanan ada Sao yang bermaksud membunuh raja. Ki tidak tinggal diam, ia harus tarung dan duel dengan Sao.

" Tyang,..tyang,.tyang..“
terdengar bunyi nyaring tumbukan pedang keduanya. Tumbukan pedang keduanya juga sampai memercikkan kilatan api. Sesekali Ki terdesak, tersudut dan bahkan tertindih ke bawah,namun ia berhasil membalikkan keadaan, kemudian giliran Sao yang tertekan dan tersudutkan. Saling menyerang silih berganti, Di sengitnya duel antara Ki dan Sao dan belum jelas siapa yang memenangkan pertarungan itu, turun badai salju yang membuat keduanya tertimbun dan terkubur dalam salju. Setelah 400 tahun tertimbun salju, dan setelah salju mencair, aneh bin ajaib, Ki dan Sao bangun dan bangkit. Keduanya bangun dan bangkit dari timbunan salju, di tengah perabadan yang sangat jauh berbeda. Ia sempat melanjutkan pertarungan yang 400 tahun silam terhenti.

Itulah film berdurasi 90 menit yang saya nonton di tahun 80 an, di sebuah layar lebar gedung bioskop. Ceritera di salah satu dinasti Cina, era 5000 tahun silam. Sungguh saya benar-benar mentelengi layar bioskop, seolah terhipnotis alur cerita dari awal sampai akhir, tidak ada rasa kantuk sama sekali. Memang di tahun 1980 an saya sering turut grudak gruduk diajak rekan yang lain , keluar masuk gedung bioskop.Mungkin karena tidak terlalu hobby, seringkali saat nonton film di gedung bioskop, saya tertidur pulas, lucunya baru terbangun setelah dibangunkan salah seorang rekan, di saat pemutaran film sudah usai. Hal itu tidak satu atau dua kali terjadi, tetapi seringkali.

Selain karena action aktor yang apik dan penyajian nuansa komedi, mungkin karena saat nonton pikiranku berselancar tentang kisah Ashabul Kahfi yang termuat dalam al-Qur’an lah yang membuat saya fokus ke alur cerita film itu.

Dikisahkan Dalam al-Qur’an surat al-Kahfi, ayat 9 – 26, terdapat 7 kisah senada dengan kisah tersebut di atas. Dikisahkan dahulu ada raja yang bernama Decius, semula rakyatnya yang beriman kepada Allah SWT, kemudian ia memaksa rakyatnya untuk tidak beriman kepada-Nya, dengan berbagai cara Decius memaksakan kehendaknya, ancaman dan kekerasanpun dilakukan.

Nyaris semua rakyat mengikuti kehendak Decius, namun ada tujuh pemuda yang bersikukuh dengan keyakinannya. Dengan cara apapun Decius tak mampu melulihkan keimanannya. Tujuh pemuda bahkan saat dipanggil ke istana untuk mendialogkan tentang keyakinannya, mereka justeru berhujjah ( berargumen ) yang mematahkan kehendak sang raja, Karena raja tetap memaksa, maka tujuh pemuda mengambil keputusan bagaimana tetap dalam keimanan, namun terhindar dari ancaman dan siksa. Meraka rela mengasingkan diri dan bersembunyi di dalam suatu gua sampai akhirnya tertidur di dalam gua selama 309 tahun. Mereka terbangun, mereka menuju ke kota dan terkejut dengan peradaban yang dirasa asing dari lingkungannya 309 tahun lalu. Dan mereka mendapati raja yang berkuasa ketika itu sudah beriman kepada Allah SWT.

Memang Ice Man hanyalah sebuah film yang fiktif yang diproduksi oleh seoang produser, sedangkan kisah Ashabul Kahfi adalah kisah yang dinarasikan oleh Tuhan sebagai wahyu yang tertulis dalam kitab suci al-Qur’an, namun saya kira di kisah keduanya terdapat nilai - nilai yang luhur.

Ki adalah cermin sosok yang setia dengan tugas mulia sebagai pengawal seorang raja, dalam situasi dan kondisi apapun ia telah berkomitmen untuk menjaga kemanan dan keselamatan sang raja, meski harus nyawa yang dipertaruhkan, ia jauh dari sosok yang oportunis yang baru berada di garda depan saat menguntungkan diri sendiri. Terbangun tidur di timbunan selama 400 tahunpun, ia lanjutkan pertarungan menghadapi lawan yang bermaksud membunu raja yang dikawalnya.
Demikian pula tujuh pemuda dalam kisah Ashabul Kahfi, mereka tidak lekang karena panas, tidak lapuk karena hujan. Kepercayaan kepada Allah SWT, tetap mereka pegang teguh, tak takut ancaman, siksaan raja. Dalam situasi dan kondisi apapun keimanan tak boleh tercerabut dari diri. Meski harus meninggalkan lingkungan sosial dan terasing, iman harus tetap melekat.

Pada narasi film Ice Man dan kisah Ashabul Kahfi, keduanya menggambarkan sosok -sosok manusia yang beritegritas. Maksud berintegritas di sini adalah manusia yang konsisten dan teguh dengan kebenaran, ia tidak tergoyahkan serta menjunjung tinggi nilai-nilai luhur dan keyakinan.

Dalam kehidupan di era ini tak sedikit bermunculan prilaku yang tidak beritegritas. Tidak konsisten dan tidak amanah terhadap tugas yang diembannya, baru bersungguh-sungguh ketika dipantau atasan. Madzhab yang dianut, madzhab “kepentingan”, serba kalkulasi untung rugi dalam segala hal. Kebenaranpun dicampakkan demi jabatan dan kekuasaan yang menggiurkan. Penganut filosofi Isuk Dhele Sore Tempe (mudah berubah pendirian, plin plan tak idealis ). Hanya demi kedunyaan, demi sebungkus supermi, demi cinta buta kepada lain jenis yang beda kepercayaan, rela menanggalkan ketauhidan.

Bagaimana dengan kita ? Belajarlah tentang idealisme dan integritas kepada Ki dalam film Ice Man dan Ashabul Kahfi yang dikisahkan dalam al-Qur’an. Wallahu a’lam. ( Pontianak, 5 Maret 2020 ).

© 2019 Pengadilan Tinggi Agama Pontianak

  w3c html 5 iconfinder 2018 social media popular app logo facebook 3225194  iconfinder 2018 social media popular app logo twitter 3225183  iconfinder 2018 social media popular app logo instagram 32251911  iconfinder 2018 social media popular app logo youtube 32251802