• Pelaksanaan Assesmen Eksternal SAPM di Pengadilan Tinggi Agama Pontianak

    Pelaksanaan Assesmen Eksternal SAPM di Pengadilan Tinggi Agama Pontianak

  • Pegawai Honorer PTA Pontianak Menerima Bantuan Hari Raya

    Pegawai Honorer PTA Pontianak Menerima Bantuan Hari Raya

  • Keluarga Besar PTA Pontianak Gelar Buka Puasa Bersama

    Keluarga Besar PTA Pontianak Gelar Buka Puasa Bersama

  • Ketua PTA Pontianak Memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

    Ketua PTA Pontianak Memimpin Upacara Peringatan Hari Lahir Pancasila

  • Berebut Tiket Menuju Turnamen KMA Cup Tahun 2018

    Berebut Tiket Menuju Turnamen KMA Cup Tahun 2018

Fokus Peradilan

Pontianak | www.pta-pontianak.go.id

Waktu yang terbilang singkat, membuat tim SAPM Pengadilan Tinggi Agama Pontianak yang dimotori oleh Wakil Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pontianak harus bergerak cepat. Hal tersebut diawali dengan pemberian sosialisasi dan pembekalan kepada para pimpinan Pengadilan Agama, yakni Ketua, wakil Ketua, Panitera dan Sekretaris dari 5 Pengadilan Agama tentang Standarisasi sertifikasi Akeditasi Penjaminan Mutu (SAPM) Pengadilan Agama dan bagaimana Pengadilan Agama melakukan self Assesment atau penilaian sendiri terkait kinerja Pengadilan Agama selama ini sesuai standarisasi yang telah diterbitkan oleh Ditjen Badilag pada Kamis (22/3) pagi di Aula Pengadilan Tinggi Agama Pontianak.

Kelima Pengadilan Agama yang mengikuti sosialisasi dan pembekalan selama 1 hari tersebut adalah Pengadilan Agama Mempawah, Pengadilan Agama Sambas, Pengadilan Agama Sanggau, Pengadilan Agama Ketapang dan Pengadilan Agama Putussibau. Diharapkan pada tahun ini kelima Pengadilan Agama bisa mendapatkan Sertifikasi mengikuti jejak 3 Pengadilan Agama sebelumnya yang telah memperoleh sertifikat akreditasi penjaminan mutu. Ketiga Pengadilan tersebut adalah Pengadilan Agama Pontianak, Pengadilan Agama Bengkayang dan Pengadilan Agama Sintang.

Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pontianak Drs. H. Maslihan Saifurrozi, SH.,MH yang membuka kegiatan sosialisasi ini berharap kepada pimpinan PA untuk mengkaji standarisasi SAPM, apalagi standarisasi ini telah dilakukan revisi. Namun Ketua Pengadilan Tinggi Agama Pontianak mengatakan sebagus apapun teorinya kalau manajerial tidak berjalan dengan baik maka hasilnya juga tidak akan maksimal. Belajarlah dari manajemen rosul yang tentu sudah sering kita dengar yakni siddiq, amanah, tablig dan fathanah. Kita sudah punya SOP dan instrumen, tinggal konsistensi kita dalam menjalankan SOP dan instrumen itu dengan dilakukan pengawasan yang berjenjang sesuai Maklumat Ketua MA Nomor 1 tahun 2017 dan PERMA Nomor 7, 8 dan 9 tahun 2016.

Selepas sosialisasi ini, begitu para peserta pulang ke satker masing-masing diharapkan untuk segera melakukan self assesment. Hasil self assesment Pengadilan Agama yang diberikan waktu selama 1 minggu akan jadi masukan awal bagi tim Assesor, sejauh mana mengetahui dimana letak kelemahan dan kekurangan Pengadilan Agama untuk nantinya akan dilakukan pendampingan pada pertengahan bulan April. (Roni)

LAPORAN TAHUNAN TAHUN 2017

PENGADILAN TINGGI AGAMA PONTIANAK

RENCANA STRATEGIS TAHUN 2015-2019 REV. 5

PENGADILAN TINGGI AGAMA PONTIANAK