English Indonesian
Get Adobe Flash player

.:| Selamat Datang Di Situs Resmi Pengadilan Tinggi Agama Pontianak - Wujud Keterbukaan Informasi dan Komunikasi Peradilan Agama - Kawasan Bebas Korupsi, Kolusi dan Nepotisme (KKN) - Pegawai Pengadilan Tinggi Agama Pontianak Tidak Menerima Pemberian Dalam Bentuk Apapun |:.

060783
Hari ini
Kemarin
Minggu ini
Minggu lalu
Bulan ini
Bulan lalu
Seluruhnya
7
88
1123
58471
4215
3572
60783
Your IP: 54.161.202.234
Server Time: 2014-10-25 03:27:34

We have 4 guests and no members online


RISALAH UMAR BIN KHATTAB


Amma Ba’du. Bahwa sesungguhnya peradilan itu adalah sesuatu kewajiban yang ditetapkan oleh Allah SWT, dan suatu Sunnah Rasul yang wajib diikuti. Maka fahamilah benar-benar jika ada sesuatu perkara yang dikemukakan kepadmu dan laksanakanlah jika jelas kebenarannya, karena sesungguhnya tidaklah berguna pembicaraan tentang kebenaran yang tidak ada pengaruhnya (tidak dapat dijalankan), persamakanlah kedudukan manusia itu dalam mejelismu, pandanganmu dan keputusanmu sehingga orang bangsawan tidak dapat menarik kamu kepada kecurangan dan orang yang lemahpun tidak berputus asa dari keadilan.

Keterangan berupa bukti atau saksi hendaklah dikemukakan oleh orang yang mendakwa dan sumpah hendaklah dilakukan oleh orang yang mungkir (terdakwa).

Perdamaian diizinkan hanya antara orang-orang yang bersengketa dari kalangan muslimin, kecuali perdamaian yang menghalalkan barang yang haram atau mengharamkan barang yang halal.

Barangsiapa mengaku sesuatu hak yang ghoib atau sesuatu yang jelas yang mana bukti-bukti yang akan dikemukakannya itu masih belum terkumpul ditangannya, maka berikanlah kepada orang itu waktu yang ditentukan, maka jika ia dapat mengemukakan bukti-bukti tersebut, berikanlah haknya, dan jika ia tidak sanggup, maka selesaikanlah persoalannya. Sebab cara memberikan waktu yang ditentukan itu adalah sebaik-baiknya penangguhan dan lebih menjelaskan keadaan yang samar dan tidaklah akan menghalangimu suatu keputusan yang mengaku ambil pada suatu hari kemudian engkau meninjaunya kembali, lalu engkau mendapat petunjuk (hidayah), tidaklah hal itu menghalangimu kembali kepada kebenaran karena kebenaran itu adalah qodim yang tidak dapat dibatalkan oleh sesuatu, dan kembali kepada kebenaran itu adalah lebih baik daripada terus menerus di dalam kesesatan.

Kaum Muslimin itu adalah orang-orang yang adil terhadap sesama mereka. Kecuali orang yang pernah bersumpah palsu atau orang yang pernah dikenakan hukuman jilid (dera) atau orang yang tertuduh dalam kesaksiannya berhubung karena kerabat. Hanyalah Allah SWT yang menguasai rahasia hati hamba-hambaNya dan melindungi mereka dari hukumanNya kecuali ternyata dengan bukti-bukti yang sah atau sumpah.

Kemudian fahamilah, fahamilah benar-benar persoalan yang dipaparkan kepadamu tentang suatu perkara yang tidak terdapat di dalam Al-Qur’an atau didalam Sunnah Rasul. Kemudian pada waktu itu pergunakanlah kiyas terhadap perkara-perkara itu dan carilah pula contoh-contohnya, kemudian berpeganglah menurut pandanganmu kepada hal yang terbaik pada sisi Allah SWT dan yang terbanyak miripnya kepada yang benar.

Jauhilah sifat membenci, mengacau, membosankan, menyakiti hati manusia dan jauhilah berbuat curang pada waktu ada terjadi persengketaan atau permusuhan, karena sesungguhnya peradilan itu berada ditempat yang hak dimana Allah SWT telah mewajibkan pahala yang ikhlas niatnya untuk menegakkan yang hak walaupun atas dirinya sendiri, Allah SWT akan mencakupkan antara dirinya dan antara manusia dan barang siapa yang berhias diri dengan apa yang tidak ada pada dirinya, maka Allah SWT akan memberikan aib kepadanya. Sesungguhnya Allah SWT tidak akan meneima hamba-Nya kecuali yang ikhlas.

 

Pimpinan

Drs. H. Bahrussam Yunus, SH.,MH

(Ketua)

Dr. Hj. Djazimah Muqoddas, SH.,M.Hum

(Wakil Ketua)

Muchammad Jusuf, SH

(Panitera / Sekretaris)